Osaka – Floating Garden Observatory

Biasanya para turis, yang berkunjung ke Osaka, akan menyebut Osaka Castle ( 大坂城 )  sebagai landmark bangunan kota. Memang sih tidak ada salahnya, karena bangunan bersejarah yang pertama kali selesai dibangun tahun 1583 itu penuh dengan nilai seni dan sejarah. Mengunjungi Osaka Castle seperti menyelami masa lalu melalui peninggalan keramik dan seni arsitektur bangunannya, juga mengenal sejarah melalui diorama dan artefak yang dipajang. Akan tetapi, adakah bangunan modern lain yang menunjukkan lambang kota Osaka? Tentu saja ada dan saya memilih Floating Garden (空中庭園), sebagai seni arsitektur modern yang menunjukkan keunggulan tehnologi.

Untuk mencapai Floating Garden, silahkan naik kereta dan berhenti di stasiun JR Osaka atau stasiun Hankyu Umeda. Begitu sampai stasiun, apakah langsung bisa naik gedung Floating Garden? Oh tentu tidak hehe.. karena dari stasiun kereta, gedungnya tidak nampak..Untuk mencapai Floating Garden, perlu jalan kaki sekitar 150 meter. Yang penting harus temukan rangkaian rel kereta api, seberangi rel itu dibawahnya ( underground ). Diujung jalan undergound ada jalan kecil, seberangi jalan itu dan gedung tinggi di depan mata itulah Floating Garden.

Saya mempunyai peta gratis diberi oleh mbak-mbak cantik customer service Department Store Lucua di stasiun Osaka, tapi setelah difoto, hasilnya tidak meyakinkan. Jadi saya donload peta yang mudah dibaca dari http://www.kuchu-teien.com/english/ seperti berikut :

CIMG3404floating garden

Floating Garden itu adanya di Shin Umeda City. Kalau dari stasiun JR Osaka berjalanlah ke arah Westin Hotel, nampak tulisan seperti begini di gedungnya :

CIMG3414 - Copy

Nah, inilah arah yang benar, karena Floating Garden itu ada disebelahnya.

Pertama kali melihat gedungnya dari arah undergound, tidak akan nampak bagus kecanggihan teknologinya, karena itu sisi samping gedung. Tampak seperti gedung menjulang biasa, seperti berikut :

CIMG3434CIMG3405

Ada taman kecil persis sebelum gedung.

Teruslah berjalan, tengok ditengah-tengah diantara kedua towernya, dan keindahannya akan seperti ini :

CIMG3406CIMG3409CIMG3407

Lalu jangan tengok ke atas terus, perhatikan juga dibawahnya, dibangun kanopi untuk tempat berjalan antar gedung seperti ini ( enak kalau hujan, enggak kehujanan) :

CIMG3412

Nikmati juga taman dan bunga sakura putih di seberang gedung, indah sekali pas pohon sakura-nya berbunga. Gambar ini diambil sesudah lewat masa puncak mekarnya, jadi sudah tumbuh daun di semua ranting :

CIMG3410 CIMG3411

Untuk naik ke atas, kita harus masuk dari tower Timur. Petunjuknya sih naik sampai ke lantai 40, dengan hati riang gembira, masuklah saya ke lift…Dari hati riang berubah menjadi pucat…tombol lift-nya cuman sampai 35 doang, saya pikir nih lift berhantu kali yah, mana pas naik cuman ber-empat doang. Sambil diam-diam melirik wajah mereka, putih pucat tak berdarah enggak yah…? Duh, serangan panik datang menggoda hehe..kagak kepikiran kalau hantu beneran, nah mereka bertiga dan saya sendirian …gimana caranya ngalahin 3 hantu ini hehehe..Dan enggak berasa pula, yang tadinya berdiri di tengah lift..melipir pelan-pelan sampai di pojokan lift, iya dong..kali-kali mereka mencekik leher dari belakang, amit-amit.

Akhirnya sampai dan terbukalah pintu lift. Duh slamet..slamet…Saya pikir sisa 5 tangga, ya naik tangga aja kali yah…tapi ternyata tidak perlu naik tangga, cukup naik eskalator yang panjang sekali, yang amit-amit seremnya….karena eskalatornya membentang dari tower Timur ke tower Barat, sepanjang 30 meteran ada kali yah… Nah, di lantai kita naik eskalator itulah lantai 35, kemudian di ujung eskalator itu kita sudah berada di lantai 39.Berikut gambar eskalator yang membentang dari tower timur ke tower barat :

CIMG3416 CIMG3423 CIMG3428 CIMG3430

Dibawah eskalator enggak ada penyangganya loh…langsung keliatan tanah dan lapangan, berikut orang-orang yang tampak kecil dari atas.

Sambil melihat-lihat keindahan eskalator, mari kita menyimak sejarah Floating Garden. Bangunan ini selesai dibangun tahun 1993, setinggi 173 meter, bisa menikmati pemandangan 360 derajad, karena diatap gedung dibangun jalan melingkar, menyambung antara tower timur dan tower barat. Jalan untuk pengunjung dibuat bundar dengan pagar tinggi dibuat dari bahan semacam mika tembus pandang, sementara disetiap sisi luar gedung diberi pagar besi supaya orang tidak bisa lompat seenaknya. Untuk mencapai outdoor observatory kita harus naik 1 lantai  lagi, karena ujung eskalator tembusnya ke indoor observatory. Jangan lupa di outdoor itu pastilah ber-angin, jadi jangan mejeng pake payung kalau tidak mau terbang hehe..Jadi biarpun hujan, jangan maksa yeee…ada satpamnya loh, dan ada papan peringatan bergambar payung ditanda silang. Dianjurkan pakai jas hujan. Bukan jas hujan tebal yang bakal naik motor yah, ada kan jas hujan tipis tuh yang buat travelling, nah seperti itu.

Di indoor observatory, ada information desk, toko souvenir, toko yang jual gembok cinta berbentuk hati, ada juga frame hati dengan tulisan Floating Garden untuk berfoto-foto. Berikut gambar yang ada di Indoor Observatory :

CIMG3420CIMG3419

Ada juga tempat duduk seperti ini, sengaja dibuat tinggi supaya orang yang lalu lalang tidak menganggu :

CIMG3417

tapi tempat duduknya muat berdua doang, duh coba apa maksudnya?

Dari Outdoor Observatory, tampak pemandangan kota Osaka :

CIMG3427 CIMG3431 CIMG3433

Sungai Yodogawa memberi kesan cantik untuk kota Osaka, tampak dari kejauhan Teluk Osaka, jadi Floating Garden tidak jauh-jauh amat letaknya dari laut bebas. Kalau cuaca cerah, tampak pula di sebelah kiri sungai: gedung WTC Cosmo Tower, Tenpozan Ferris Whell dan Universal Studio. Kalau sebelah kanan, nampak Gunung Rokko. Dan nampak di kejauhan di Teluk Osaka, ada pulau Awaji, sebuah pulau resort dekat sekali dengan kota Osaka.

Di salah satu pojokan di lantai 40 (outdoor observatory), ada tempat menaruh gembok cinta yang sudah dibeli dari toko gembok di Indoor Observatory, tentu saja nama pasangan bisa di-gravir di gemboknya seperti gambar ini:

CIMG3425 CIMG3426

Sungguh pengalaman menyenangkan menjelajahi Floating Garden, yang menurut saya menyajikan kecanggihan tehnologi bangunan, keindahan alam kota Osaka dan bisa berikrar cinta di atas ketinggian 173 meter.

Akhir kunjungan, saya memotret maket gedung Floating Garden a.k.a Shin Umeda City dan Westin Hotel. Selanjutnya, jangan lupa teman-teman untuk berpetualang dan mampir kesini apabila memang berkunjung ke kota Osaka…

CIMG3414

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s